Sakit maag seringnya dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan. Padahal jika dirasakan saat penyakit maag sedang kambuh, rasa sakitnya bukan lagi rasa sakit biasa. Nyeri luar biasa pada area ulu hati, mual, dan perih terasa sungguh menyiksa. Meski dianggap tidak menimbulkan gejala-gejala yang lebih buruk, penderita maag tetap harus waspada dengan yang namanya gejala maag kronis. Lantas, apa saja penyebab maag kronis?
Ada cukup banyak penyebab maag kronis, yaitu:
- penyakit maag biasa yang tak segera mendapatkan penanganan medis (seringnya diabaikan)
- konsumsi obat tertentu dalam jangka waktu lama (misalnya obat jenis ibuprofen)
- konsumsi minuman beralkohol
- adanya riwayat penyakit-penyakit tertentu seperti penyakit ginjal dan penyakit tukak lambung. Penyakit tukak lambung sendiri umumnya disebabkan oleh karena adanya infeksi bakteri H.Pylori
- mengidap penyakit yang dapat melemahkan sistem imun tubuh
- penyakit yang berimbas pada empedu seperti cairan empedu yang mengalir ke area lambung
Apakah penyakit maag kronis dapat terjadi begitu saja atau disebabkan oleh munculnya sakit maag biasa? Kedua kondisi bisa saja terjadi karena memang maag kronis munculnya tak terduga.
Namun ada beberapa ciri yang umumnya dirasakan oleh penderita sebelum maag kronis menyerang. Ciri-ciri yang dimaksud antara lain:
- Timbul rasa sakit pada area perut bagian atas
Rasa sakit yang dirasakan bisa berupa melilit, perih, nyeri, dan tidak nyaman pada area perut atas. Rasa sakit muncul karena ada pembengkakan pada selaput perut. Seringnya rasa sakit semakin parah karena dalam kondisi seperti ini perut menolak untuk diisi makanan atau minuman. Dampaknya, tubuh pun akan lemah akibat kekurangan asupan nutrisi.
- Tubuh menjadi lemah
Tubuh akan terasa lemah dan tidka bisa beraktifitas akibat rasa sakit yang begitu hebat. Tubuh menjadi lemah ini disebabkan oleh kurangnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Sementara itu, terjadi juga peradangan di area selaput perut dan lambung. Peradangan inilah yang menyebabkan perut tidak bisa menerima makanan. Kondisi seperti ini harus segera mendapatkan pertolongan medis agar penderita segera dirawat secara intensif di rumah sakit.
- Kembung
Perut terasa kembung menjadi ciri seseorang kemungkinan besar menderita asam lambung kronis alias maag kronis. Perut dalam keadaan kembung tentunya akan membuat tidak nyaman. Kembung bisa saja disebabkan oleh adanya radang pada organ lambung. Produksi asam lambung yang terlalu banyak juga dapat memicu naiknya asam lambung bahkan sampai ke perut bagian atas. Akibatnya, perut pun terasa kembung dan begah. Perut akan terasa semakin tidak nyaman apabila disertai dengan kesulitan buang gas dan perih.
- Mual dan Muntah
mual dan muntah juga menjadi ciri umum adanya maag kronis. Mual dan muntah adalah reaksi perut ketika lebih cepat kenyang meskipun baru sedikit diisi makanan. Kondisi seperti ini hanya terjadi pada penderita maag saja, sedang mereka yang sama sekali tidak ada keluhan pada organ lambungnya tidak akan merasakan gejala ini. Yang menyebabkan munculnya rasa mual lalu muntah yaitu naiknya asam lambung hingga ke perut bagian atas. Ketika gejala ini muncul, penderita akan sulit menerima makanan atau minuman karena memang rasanya ingin muntah apabila diisi makanan atau minuman.
- Sendawa
Sering bersendawa menjadi ciri asam lambung kronis selanjutnya yang paling umum dijumpai. Sendawa merupakan akumulasi penumpukan angin berlebih di dalam perut. Setelah bersendawa, biasanya perut akan terasa nyaman. Sayangnya, sekali bersendawa akan memicu untuk bersendawa lagi dan lagi. Dan ketika sering bersendawa, perut akan terasa mual lalu muntah.
- Berat badan berkurang
Para penderita maag kronis biasanya terlihat kurus karena mereka sulit menerima makana dan minuman. Ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, tubuh akan melemah dan berat badan pun akan menurun.
- Buang air besar disertai pendarahan
Ciri atau gejala yang satu ini hanya dialami oleh penderita maag yang sangat kronis. Darah yang keluar bersamaan dengan feses berasal dari usus dan lambung yang mengalami pendarahan. Pendarahan pada lambung dan usus bisa saja terjadi jika terdapat luka pada lambung dan usus yang kemudian meradang dan menginfeksi kedua organ pencernaan tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar